Pages

Selasa, 23 September 2014

RPP Seni Budaya kelas VIII

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah                       : SMP
Mata Pelajaran          : Seni Budaya (Teater)
Kelas/semester           : VIII (delapan)
Materi Pokok             : Teknik dalam teater
Alokasi Waktu           : 1x15 menit
A.    KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menanggapi, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghargai perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, rasa ingin tahu, estetika, percaya diri, motivasi internal, toleransi, gotong royong, dalam berinteraksi.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan procedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.
KI 4 : Mengolah, menyaji, dan menatar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan abstrak (menulis, membaca, menghitung, dan mengarang) sesuai yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber lainnya yang sama dalam sudut pandang/teori.
B.     KOMPETENSI DASAR
1.1  Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman dan keunikan karya seni teater daerah sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1 Menunjukkan sikap menghargai, jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian
3.1 Memahami penerapan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional
Indikator : - menjelaskan penerapan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional
4.1 Menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional
Indikator : - menjelaskan pengertian teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa
- menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa
C.    TUJUAN PEMBELAJARAN
-          Siswa mampu menjelaskan penerapan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional
-          Siswa mampu memahami teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa
-          Siswa mampu menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional

D.    MATERI PEMBELAJARAN

TEKNIK DASAR AKTING TEATER
Sebelum membahas lebih jauh tentang akting, sebaiknya peserta didik mengenali apa itu seni teater. Teater berasal Dari kata Theatron (Yunani) yang artinya tempat pertunjukan, ada juga yang mengartikan gedung pertunjukan, juga yang mengartikan panggung (stage). Dalam arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan di depan orang banyak. Sedangkan arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diekspresikan di atas pentas, disaksikan oleh orang banyak.  Media ungkap yang digunakan yaitu: percakapan, gerak, dan laku (akting) dengan atau tanpa dekor, didasarkan pada konsep, naskah dengan diiringi musik, nyanyian dan tarian. Istilah akting, pasti sudah tidak asing. Orang sering dikatakan berakting kalau melakukan tingkah laku yang berbeda dari biasanya, atau bertingkah laku menirukan tingkah laku orang lain. Kalau begitu apa sebenarnya akting? Akting adalah perwujudan peran sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh naskah dan sutradara baik secara fisik maupun psikis. Peran yang dimainkan oleh aktor sebutan populer bagi pemeran teater, harus sesuai tuntutan tokoh bila berlebihan bisa mengakibatkan over acting, atau aktingnya berlebihan. Juga jangan sampai under acting, kekuatan aktingnya kurang. Dari mana modal akting tersebut? Modal akting adalah pengalaman hidup sehari-hari, baik pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain yang ditampilkan kembali di depan penonton.
Untuk menampilkan akting yang baik diperlukan latihan yang tekun dan disiplin. Latihan itu meliputi olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa.

a.      Olah Tubuh
Tubuh merupakan elemen dasar dalam bermain teater. Tubuh menjadi pusat perhatian penonton saat seorang aktor teater di atas panggung. Tubuh merupakan bahasa simbol dan isyarat dalam bermain teater. Tubuh melalui gestur mencerminkan karakter atau watak tokoh yang sedang diperankan. Fleksibilitas gerak tubuh merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh pemain teater. Latihan olah tubuh diarahkan untuk mendukung kemampuan pemain dalam mewujudkan acting yang baik. Pada latihan olah tubuh, hal utama yang harus dilakukan adalah melakukan dalam kondisi bugar, segar, dan menyenangkan. Buat semua latihan seperti permainan yang dilakukan dengan gembira. Mulai dengan meregangkan seluruh persendian dan otot tubuh. Mulai dari bagian kepala sampai bagian kaki. Atau bisa dibalik dari kaki sampai kepala. Lakukan latihan dasar akting teater dengan peserta didik.
1)      Bagian Kepala
Contoh latihan pada bagian kepala berdasarkan petunjuk berikut ini.
Lakukanlah gerakan kepala ke kiri-ke kanan secara teratur, setelah itu berputar penuh kemudian berganti arah sebaliknya. Lakukan secara berulang sampai dirasakan cukup. Efek yang akan terasa ringan otot bagian kepala.

2)      Bagian Tangan
Latihan pada tangan ditujukan untuk mengolah persendian, kekuatan otot dan kelenturan otot tangan. Pengolahan gerak tangan lebih variasi karena dapat dilakukan ke segala arah. Tangan dapat dilakukan lurus ke atas, ke samping, ke depan, memutar telapaktangan, melentikkan jari-jari tangan, serta gerakan lainnya.

3)      Bagian Badan
Bagian badan meliputi bagian perut, dada dan punggung. Pengolahan ketiga bagian badan ini memiliki peran penting bagi seorang pemain teater karena merupakan bagian yang memberikan efek pada sikap tubuh peran. Latihan yang dilakukan pada bagian badan ini dapat dilakukan menggerakkan dan melenturkan badan ke depan dengan membungkuk, ke belakang dengan menekuk pada bagian perut sehingga tubuh melengkung ke belakang.

4)      Bagian Pinggul
Bagian pinggul juga penting untuk diolah agar gerakan tubuh lebih lentur dan fleksibel. ada bagian pinggul, gerakan tubuh dapat dilakukan ke samping, ke depan, dan membungkuk.

5)      Bagian Kaki
Kaki memiliki peran penting. Kekuatan kaki perlu dilatih sehingga kita dapat tetap tegak berdiri di atas panggung. Berdiri di atas satu kaki merupakan salah satu latihan keseimbangan tubuh.

b.      Olah Suara
Seorang pemain teater harus memiliki kemampuan mengolah suara yang baik. Suara merupakan faktor penting karena sebagai penyampai pesan kepada penonton. Penguasaan intonasi, diksi, artikulasi. Setiap kata yang diucapkan harus jelas dan wajar sesuai dengan tuntutan karakter tokoh yang diperankan. Seorang aktor perlu latihan olah suara dengan tahapantahapan tertentu. Latihan olah suara dapat dilakukan dengan mengucapkan kata vokal seperti a, i, u, e, o sesuai dengan bentuk mulut.
Peserta didik berlatih bentuk mulut dalam pengucapan huruf  vokal a, i, u, e, o.


Dalam latihan olah suara, terutama yang berhubungan dengan membaca naskah atau puisi, perlu di perhatikan juga tekanan kata, jiwa kalimat, tempo, dan irama.

1)      Tekanan kata : tekanan kata tertentu yang perlu ditonjolkan dalam suatu kalimat untuk suatu kepentingan.
Contoh berikut ini yang digarisbawahi adalah kata yang perlu mendapatkan penekanan. Penekanan kata dari kalimat untuk menenonjolkan isi perasaan dan pikiran dari kalimat itu.
·         Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
·         Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
·         Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
·         Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
·         Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
·         Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.

2)      Jiwa kalimat merupakan usaha atau teknik menghidupkan kalimat dengan bantuan emosi suara
Latihkan kata “apa” dengan perasaan yang berbeda-beda.
·         (sedih) Apa?
·          (gembira) Apa?
·          (marah) Apa?
·          (benci) Apa?
·          (malas) Apa?
·          (gairah) Apa?
·          (mengharap) Apa?
·          Dan seterusnya.

3)      Tempo dan Irama
Tempo dan irama adalah pengolahan suara dengan memperhatikan dinamika, artinya suara yang dihasilkan tidak monoton tetapi bervariasi. Latihan mengucapkan kata dan kalimat dengan berbagai irama yang berbeda, cepat, lambat, tegas, mendayu-dayu dan sebagainya.

c.       Olah Rasa
Akting pada dasarnya menampilkan keindahan dan keterampilan seorang aktor dalam mewujudkan berbagai pikiran, emosi, perasaan, dan sosok peran yang sedang dimainkan sesuai dengan karakter. Aktor harus memiliki kemampuan untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Tentu hal itu bisa terjadi kalau mampu berkonsentrasi mengolah rasa, dan emosi. Untuk itu seorang pemain teater perlu melatihkan konsentrasi, perasaan, emosi dengan latihan olah rasa.

1)      Latihan Konsentrasi
Latihan konsentrasi adalah latihan memusatkan pikiran kita pada suatu objek sesuai dengan tujuan. Misalnya pikiran fokus pada hapalan naskah, lawan main, dan pada permainan di atas panggung. Pikirannya tidak terbagi dengan berbagai hal yang lain. Lakukan latihan permainan kosentrasi, dua orang peserta didik berhadapan, satu orang ditugaskan untuk diam tanpa emosi, sementara satu orang lagi berusaha menggoda sekuat tenaga bahkan sampai lawannya tertawa. Lakukan sebaliknya, atau permainan konsentrasi memandang benda tertentu tanpa boleh bicara, sementara teman lain tiba-tiba mengganggu dengan bunyi-bunyian, atau mengajak bicara dan mengajak pergi tergodakah? Kalau masih tergoda masih belum konsentrasi, coba lagi dengan permainan yang lain.

2)      Latihan Imajinasi
Latihan ini adalah latihan mengolah daya khayal, seolah-olah hal itu terjadi saat ini dan peserta didik rasakan. Bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berimajinasi bersama. Lakukan permainan imajinasi, misalnya peserta didik berimajinasi pergi berpetualangan ke hutan belantara, mendaki puncak yang tinggi, menuruni jurang yang curam dan bertemu dengan berbagai binatang baik yang jinak maupun yang buas. Juga menemukan berbagai situasi seperti air terjun yang menyegarkan, pohon yang tumbang, kehujanan atau pun merasakan gunung yang akan meletus. Latihan ini bisa peserta didik tentukan suasana-suasana yang berbeda tiap latihannya sehingga imajinasi peserta didik menjadi beragam dengan berbagai situasi, seperti ke kota-kota, laut, sawah dll. Lakukanlah permainan imajinasi ini dengan peserta didik pasti menyenangkan.

3)      Latihan Ingatan Emosi
Latihan ini adalah latihan mengingat-ingat lagi berbagai emosi yang pernah peserta didik alami ataupun pernah melihat orang lain dengan emosinya. Seperti melihat orang sedih, gembira, marah, kecewa, ragu-ragu, putus asa, kegelian, lucu, tertawa terbahak-bahak dan berbagai emosi lainnya. Kemudian emosi-emosi itu ditampilkan satu persatu saat latihan sehingga akan tampak dalam ekspresi wajah dan tubuh. Ingat-ingat dan tampilkanlah salah satu emosi tersebut dan temanmu akan melihat ekspresimu dengan menarik. Cari lagi bentuk-bentuk atau buat sendiri permainan-permainan tentang konsentrasi, imajinasi, dan ingatan emosi sehingga latihan teatermu menjadi kreatif  juga menyenangkan.

E.     METODE PEMBELAJARAN
1.      Metode :
-          Ceramah
-          Tanya jawab
-          Demonstrasi

2.      Pendekatan saintific
-          Mengamati
-          Menanyakan
-          Mengeksplorasi
-          Mengasosiasi
-          Mengeksplorasi

3.      Model Pembelajaran (Direct Instruction)
Langkah-langkahnya :
-          Pengantar
-          Penyajian
-          Praktek terbimbing
-          Praktek bebas
-          Tinjauan khusus

F.     MEDIA PEMBELAJARAN
1.      Media
-          Gambar peraga teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa
2.      Alat
-          Papan tulis
-          Spidol
-          Karton
3.      Sumber
-          Seni Budaya : buku guru/Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan—Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013

G.    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a.       Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan, guru dan siswa membaca doa sebelum memulai dan melakukan kegiatan sebagai berikut:
Apersepsi
-          Guru menyampaikan kompetensi, dan tujuan yang akan dicapai oleh siswa yaitu tentang teknik teater.
Motivasi
-          Guru memberikan semangat agar terus belajar dan melatih kemampuan siswa di bidang teater.
Konfirmasi
-          Mengkomunikasikan kepada siswa bahwa kita harus menggunakan teknik yang baik dalam berteater.

b.      Kegiatan Inti
Pada kegitan inti, guru dan siswa melakukan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
Mengamati
-          Membaca dari berbagai sumber belajar tentang teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional
-          Mengamati tayangan keunikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional melalui media
-          Melihat guru memperagakan teknik  olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional

Menanya
-          Menanya tentang keunikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional

Mengeksplorasi
-          Mencari contoh keunikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional
-          Mendiskusikan keunikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional
Mengasosiasi
-          Membandingkan keunikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain
-          Membandingkan bentuk penyajian teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional

Mengkomunikasi
-          menampilkan karya teater berdasarkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional

c.       Penutup
Dalam kegiatan penutup guru dan siswa melakukan kegiatan sebagai berikut.
-          Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
-          Guru menasehati siswa agar saling menghargai kelebihan dan kekurang siswa dan siswa lainnya
-          Guru memberikan Tugas kepada siswa mengenai Aspek-aspek yang terkandung dalam teater “Bawang Putih dan Bawang Merah
-          Guru menutup pelajaran dengan salam.

H.    PENILAIAN
1.      Jenis/ teknik penilaian
Tes dan non tes
Penilaian dilakukan berdasarkan non tes dan tes. Penilaian non tes dilakukan melalui observasi sikap didalam kelas. Sedangkan penilaian tes dilakukan berdasarkan tes tertulis dan praktek.

2.       Bentuk instrumen dan instrumen
a.       Instrumen observasi sikap menggunakan lembar pengamatan dengan fokus utama pada aktivitas dalam dalam kelas seperti disiplin, jujur dan tanggung jawab.
b.      Instrumen tes menggunakan tes tertulis uraian.
c.       Instrumen praktik menggunakan rubrik penilaian dengan fokus utama pada aspek penilaian penguasaan karakter, penggunaan intonasi, penampilan, dan kekompakan.

3.      Pedoman penskoran (terlampir)

Catatan
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


Mengetahui                                                                                     Banda Aceh, 5 Maret 2014
Dosen Pembimbing                                                                                         Simulator,



Ahmad Sya’I, S.Pd., M.Sn                                                                           Ilham Septian
NIP. 197308022000071001                                                                     NIM. 1106102030038










Lampiran

a.       Lembar observasi penilaian sikap

PENILAIAN SIKAP  (AFEKTIF)
Kompetensi dasar :
3.1  Memahami teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional
4.1 Menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional.

No
Nama Siswa
Aspek yang di nilai
Disiplin
Jujur
Tanggung jawab


1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
Zahara









2
Reza









3
Zulhadi









4
Putra










Rubrik penilaian sikap

No
Aspek Penilaian
Nilai
3
2
1
1



2







3
Disiplin



Jujur







Tanggung jawab
-mengerjakan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

-mendengarkan ketika
guru menjelaskan.



-Mengerjakan tugas dengan mandiri.

-Mengumpulkan tugas yang diberikan.

-memakai seragam dengan rapi
- mengerjakan dengan telat


-sebagian mendengarkan guru dan sebagian sibuk sendiri.

-mengerjakan tugas dengan menyontek.

-mengumpulkan tugas yang selesai setengah.
-memakai seragam tidak rapi.
-mengerjakan tugas sangat telat.


-sebagian mendengarkan guru dan sebagian membuat ribut dikelas.
-tidak mengerjakan tugas sama sekali.
-tidak mengumpulkan tugas.
-tidak memakai seragam/ membuka seragam.
petunjuk rubik:
Skor = skor perolehan x 100 : 3.


b.      Lembar penilaian pengetahuan

PENILAIAN PENGETAHUAN (KOGNITIF)

Kompetensi dasar :
1.1  Memahami teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional
4.1 Menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional.

ASPEK YANG DI NILAI
TEKNIK
BENTUK INSTRUMEN
CONTOH INSTRUMEN
Tes tertulis
Tes uraian
1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan teater?
2.      Sebutkan bagian-bagian dari olah tubuh !
3.      Sebutkan 3 cara latihan olah suara !
4.      Sebutkan 3 cara latihan olah rasa !
5.       Jelaskan fungsi olah tubuh, olah suara, dan olah rasa dalam teater ?

NO
KUNCI JAWABAN
1
Teater berasal dari kata Yunani, “theatron” (bahasa Inggris, Seeing Place) yang artinya tempat atau gedung pertunjukan. Dalam perkembangannya, dalam pengertian lebih luas kata teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di depan orang banyak.
2
-          Bagian kepala
-          Bagian tangan
-          Bagian badan
-          Bagian pinggul
-          Bagian kaki
3
-          Tekanan kata
-          Jiwa kalimat
-          Tempo dan irama
4
-          Latihan konsentrasi
-          Latihan imajinasi
-          Latihan ingatan emosi
5
Fungsi olah tubuh, olah suara, dan olah rasa dalam teater adalah untuk mendapatkan akting yang baik dan agar pemain tidak kaku dalam berperan.








Rubrik pengetahuan (kognitif)

No
Pertanyaan
Skor
3
2
1
1
Jelaskan apa yang dimaksud dengan teater?
Menjelaskan lebih dari informasi yang diberikan
Menjelaskan sesuai dengan informasi yang diberikan
Menjelaskan kurang dari informasi yang diberikan
2
Sebutkan bagian-bagian dari olah tubuh !

Menyebutkan secara lengkap dan penjelasan
menyebutkan dengan lengkap saja
Menyebutkan kurang dari 4 jenis teater
3
Sebutkan 3 cara latihan olah suara !
Menyebutkan secara lengkap dan penjelasan
menyebutkan dengan lengkap saja
Menyebutkan kurang dari 3 jenis teater
4
Sebutkan 3 cara latihan olah rasa !

Menyebutkan secara lengkap dan penjelasan
menyebutkan dengan lengkap saja
Menyebutkan kurang dari 3 jenis teater
5
Jelaskan fungsi olah tubuh, olah suara, dan olah rasa dalam teater
Menjelaskan fungsi olah tubuh, olah suara, dan olah rasa secara tepat
Menjelaskan fungsi olah tubuh, olah suara, dan olah rasa kurang tepat
Menjelaskan fungsi olah tubuh, olah suara, dan olah rasa secara salah

petunjuk rubik:
Skor = skor perolehan x 100 skor maksimal : 3.















c.        Lembar penilaian keterampilan

PENILAIAN KETERAMPILAN
Kompetensi dasar :
1.1  Memahami teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional
4.1 Menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional.

Penilaian
teknik
Bentuk instrumen
Contoh instrumen
Tes praktek/ kinerja
Tes uji kerja
1.      Menampilkan teknik olah tubuh, olah suara, dan  olah rasa yang baik.

Format Penilaian:
NO
NAMA
ASPEK YANG DI NILAI
Olah suara
Olah tubuh
Olah rasa
Penampilan
Nilai
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3


Zahara
Reza
Zulhadi
Putra













Petunjuk rubrik
Skor = skor perolahan  x 100 Skor maksimal : 3

Keterangan :
Penguasaan olah tubuh                                                Penampilan
1.      Belum terlihat (BT)                                               1. Tidak menarik
2.      Mulai terlihat (MT)                                               2. Mulai Sesuai
3.      Mulai berkembang (MB)                                      3. Sangat sesuai

Penguasaan olah suara                                                 Penguasaan olah rasa
1.      Belum terlihat (BT)                                               1. Belum terlihat (BT)
2.      Mulai terlihat (MT)                                               2. Mulai terlihat (MT)
3.      Mulai berkembang (MB)                                      3. Mulai berkembang (MB)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar