RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah :
SMP
Mata Pelajaran :
Seni Budaya (Teater)
Kelas/semester :
VIII (delapan)
Materi Pokok :
Teknik dalam teater
Alokasi Waktu :
1x15 menit
A.
KOMPETENSI
INTI
KI 1 : Menanggapi, dan
menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI
2 : Menghargai perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, rasa
ingin tahu, estetika, percaya diri, motivasi internal, toleransi, gotong
royong, dalam berinteraksi.
KI
3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan procedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak
mata.
KI
4 : Mengolah, menyaji, dan menatar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi dan membuat) dan abstrak (menulis, membaca, menghitung,
dan mengarang) sesuai yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber
lainnya yang sama dalam sudut pandang/teori.
B.
KOMPETENSI
DASAR
1.1 Menerima,
menanggapi dan menghargai keragaman dan keunikan karya seni teater daerah
sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1 Menunjukkan sikap
menghargai, jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian
3.1
Memahami penerapan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu
pada sumber budaya tradisional
Indikator
: - menjelaskan penerapan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang
mengacu pada sumber budaya tradisional
4.1
Menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada
sumber budaya tradisional
Indikator
: - menjelaskan pengertian teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa
-
menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa
C.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
-
Siswa mampu menjelaskan penerapan teknik
olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya
tradisional
-
Siswa mampu memahami teknik olah tubuh,
olah suara, dan olah rasa
-
Siswa mampu menerapkan teknik olah
tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional
D.
MATERI
PEMBELAJARAN
TEKNIK DASAR AKTING TEATER
Sebelum membahas lebih
jauh tentang akting, sebaiknya peserta didik mengenali apa itu seni teater.
Teater berasal Dari kata Theatron (Yunani) yang artinya tempat
pertunjukan, ada juga yang mengartikan gedung pertunjukan, juga yang
mengartikan panggung (stage). Dalam arti luas teater adalah segala
tontonon yang dipertunjukan di depan orang banyak. Sedangkan arti sempit adalah
kisah hidup dan kehidupan manusia yang diekspresikan di atas pentas, disaksikan
oleh orang banyak. Media ungkap yang digunakan
yaitu: percakapan, gerak, dan laku (akting) dengan atau tanpa dekor, didasarkan
pada konsep, naskah dengan diiringi musik, nyanyian dan tarian. Istilah akting,
pasti sudah tidak asing. Orang sering dikatakan berakting kalau melakukan
tingkah laku yang berbeda dari biasanya, atau bertingkah laku menirukan tingkah
laku orang lain. Kalau begitu apa sebenarnya akting? Akting adalah perwujudan
peran sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh naskah dan sutradara baik
secara fisik maupun psikis. Peran yang dimainkan oleh aktor sebutan populer
bagi pemeran teater, harus sesuai tuntutan tokoh bila berlebihan bisa
mengakibatkan over acting, atau aktingnya berlebihan. Juga jangan sampai
under acting, kekuatan aktingnya kurang. Dari mana modal akting
tersebut? Modal akting adalah pengalaman hidup sehari-hari, baik pengalaman
diri sendiri maupun pengalaman orang lain yang ditampilkan kembali di depan
penonton.
Untuk menampilkan
akting yang baik diperlukan latihan yang tekun dan disiplin. Latihan itu
meliputi olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa.
a.
Olah Tubuh
Tubuh
merupakan elemen dasar dalam bermain teater. Tubuh menjadi pusat perhatian
penonton saat seorang aktor teater di atas panggung. Tubuh merupakan bahasa
simbol dan isyarat dalam bermain teater. Tubuh melalui gestur mencerminkan
karakter atau watak tokoh yang sedang diperankan. Fleksibilitas gerak tubuh
merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh pemain teater. Latihan olah
tubuh diarahkan untuk mendukung kemampuan pemain dalam mewujudkan acting yang
baik. Pada latihan olah tubuh, hal utama yang harus dilakukan adalah melakukan
dalam kondisi bugar, segar, dan menyenangkan. Buat semua latihan seperti
permainan yang dilakukan dengan gembira. Mulai dengan meregangkan seluruh
persendian dan otot tubuh. Mulai dari bagian kepala sampai bagian kaki. Atau
bisa dibalik dari kaki sampai kepala. Lakukan latihan dasar akting teater
dengan peserta didik.
1)
Bagian
Kepala
Contoh
latihan pada bagian kepala berdasarkan petunjuk berikut ini.

Lakukanlah
gerakan kepala ke kiri-ke kanan secara teratur, setelah itu berputar penuh
kemudian berganti arah sebaliknya. Lakukan secara berulang sampai dirasakan
cukup. Efek yang akan terasa ringan otot bagian kepala.
2)
Bagian
Tangan
Latihan pada
tangan ditujukan untuk mengolah persendian, kekuatan otot dan kelenturan otot
tangan. Pengolahan gerak tangan lebih variasi karena dapat dilakukan ke segala
arah. Tangan dapat dilakukan lurus ke atas, ke samping, ke depan, memutar telapaktangan,
melentikkan jari-jari tangan, serta gerakan lainnya.
3) Bagian Badan
Bagian badan
meliputi bagian perut, dada dan punggung. Pengolahan ketiga bagian badan ini
memiliki peran penting bagi seorang pemain teater karena merupakan bagian yang
memberikan efek pada sikap tubuh peran. Latihan yang dilakukan pada bagian
badan ini dapat dilakukan menggerakkan dan melenturkan badan ke depan dengan
membungkuk, ke belakang dengan menekuk pada bagian perut sehingga tubuh
melengkung ke belakang.
4) Bagian Pinggul
Bagian pinggul
juga penting untuk diolah agar gerakan tubuh lebih lentur dan fleksibel. ada
bagian pinggul, gerakan tubuh dapat dilakukan ke samping, ke depan, dan
membungkuk.
5) Bagian Kaki
Kaki memiliki
peran penting. Kekuatan kaki perlu dilatih sehingga kita dapat tetap tegak
berdiri di atas panggung. Berdiri di atas satu kaki merupakan salah satu
latihan keseimbangan tubuh.
b. Olah Suara
Seorang pemain
teater harus memiliki kemampuan mengolah suara yang baik. Suara merupakan
faktor penting karena sebagai penyampai pesan kepada penonton. Penguasaan
intonasi, diksi, artikulasi. Setiap kata yang diucapkan harus jelas dan wajar
sesuai dengan tuntutan karakter tokoh yang diperankan. Seorang aktor perlu
latihan olah suara dengan tahapantahapan tertentu. Latihan olah suara dapat
dilakukan dengan mengucapkan kata vokal seperti a, i, u, e, o sesuai dengan
bentuk mulut.
Peserta didik
berlatih bentuk mulut dalam pengucapan huruf
vokal a, i, u, e, o.


Dalam latihan olah suara,
terutama yang berhubungan dengan membaca naskah atau puisi, perlu di perhatikan
juga tekanan kata, jiwa kalimat, tempo, dan irama.
1) Tekanan kata : tekanan kata tertentu yang perlu
ditonjolkan dalam suatu kalimat untuk suatu kepentingan.
Contoh berikut
ini yang digarisbawahi adalah kata yang perlu mendapatkan penekanan. Penekanan
kata dari kalimat untuk menenonjolkan isi perasaan dan pikiran dari kalimat
itu.
·
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
·
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
·
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
·
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
·
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
·
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
2) Jiwa kalimat merupakan usaha atau teknik
menghidupkan kalimat dengan bantuan emosi suara
Latihkan kata
“apa” dengan perasaan yang berbeda-beda.
·
(sedih)
Apa?
·
(gembira) Apa?
·
(marah) Apa?
·
(benci) Apa?
·
(malas) Apa?
·
(gairah) Apa?
·
(mengharap) Apa?
·
Dan seterusnya.
3) Tempo dan Irama
Tempo dan irama
adalah pengolahan suara dengan memperhatikan dinamika, artinya suara yang
dihasilkan tidak monoton tetapi bervariasi. Latihan mengucapkan kata dan
kalimat dengan berbagai irama yang berbeda, cepat, lambat, tegas, mendayu-dayu
dan sebagainya.
c. Olah Rasa
Akting
pada dasarnya menampilkan keindahan dan keterampilan seorang aktor dalam
mewujudkan berbagai pikiran, emosi, perasaan, dan sosok peran yang sedang
dimainkan sesuai dengan karakter. Aktor harus memiliki kemampuan untuk menjadi
seseorang yang bukan dirinya sendiri. Tentu hal itu bisa terjadi kalau mampu
berkonsentrasi mengolah rasa, dan emosi. Untuk itu seorang pemain teater perlu
melatihkan konsentrasi, perasaan, emosi dengan latihan olah rasa.
1) Latihan Konsentrasi
Latihan
konsentrasi adalah latihan memusatkan pikiran kita pada suatu objek sesuai
dengan tujuan. Misalnya pikiran fokus pada hapalan naskah, lawan main, dan pada
permainan di atas panggung. Pikirannya tidak terbagi dengan berbagai hal yang
lain. Lakukan latihan permainan kosentrasi, dua orang peserta didik berhadapan,
satu orang ditugaskan untuk diam tanpa emosi, sementara satu orang lagi
berusaha menggoda sekuat tenaga bahkan sampai lawannya tertawa. Lakukan
sebaliknya, atau permainan konsentrasi memandang benda tertentu tanpa boleh
bicara, sementara teman lain tiba-tiba mengganggu dengan bunyi-bunyian, atau
mengajak bicara dan mengajak pergi tergodakah? Kalau masih tergoda masih belum
konsentrasi, coba lagi dengan permainan yang lain.
2) Latihan Imajinasi
Latihan ini
adalah latihan mengolah daya khayal, seolah-olah hal itu terjadi saat ini dan
peserta didik rasakan. Bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berimajinasi bersama.
Lakukan permainan imajinasi, misalnya peserta didik berimajinasi pergi
berpetualangan ke hutan belantara, mendaki puncak yang tinggi, menuruni jurang
yang curam dan bertemu dengan berbagai binatang baik yang jinak maupun yang
buas. Juga menemukan berbagai situasi seperti air terjun yang menyegarkan,
pohon yang tumbang, kehujanan atau pun merasakan gunung yang akan meletus.
Latihan ini bisa peserta didik tentukan suasana-suasana yang berbeda tiap
latihannya sehingga imajinasi peserta didik menjadi beragam dengan berbagai
situasi, seperti ke kota-kota, laut, sawah dll. Lakukanlah permainan imajinasi
ini dengan peserta didik pasti menyenangkan.
3) Latihan Ingatan Emosi
Latihan ini adalah latihan mengingat-ingat lagi berbagai
emosi yang pernah peserta didik alami ataupun pernah melihat orang lain dengan
emosinya. Seperti melihat orang sedih, gembira, marah, kecewa, ragu-ragu, putus
asa, kegelian, lucu, tertawa terbahak-bahak dan berbagai emosi lainnya.
Kemudian emosi-emosi itu ditampilkan satu persatu saat latihan sehingga akan tampak
dalam ekspresi wajah dan tubuh. Ingat-ingat dan tampilkanlah salah satu emosi
tersebut dan temanmu akan melihat ekspresimu dengan menarik. Cari lagi bentuk-bentuk
atau buat sendiri permainan-permainan tentang konsentrasi, imajinasi, dan
ingatan emosi sehingga latihan teatermu menjadi kreatif juga menyenangkan.

E.
METODE
PEMBELAJARAN
1.
Metode
:
-
Ceramah
-
Tanya
jawab
-
Demonstrasi
2.
Pendekatan
saintific
-
Mengamati
-
Menanyakan
-
Mengeksplorasi
-
Mengasosiasi
-
Mengeksplorasi
3.
Model
Pembelajaran (Direct Instruction)
Langkah-langkahnya
:
-
Pengantar
-
Penyajian
-
Praktek
terbimbing
-
Praktek
bebas
-
Tinjauan
khusus
F.
MEDIA
PEMBELAJARAN
1.
Media
-
Gambar
peraga teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa
2.
Alat
-
Papan
tulis
-
Spidol
-
Karton
3.
Sumber
-
Seni
Budaya : buku guru/Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan—Jakarta: Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2013
G.
LANGKAH-LANGKAH
PEMBELAJARAN
a.
Pendahuluan
Pada kegiatan
pendahuluan, guru dan siswa membaca doa sebelum memulai dan melakukan kegiatan
sebagai berikut:
Apersepsi
-
Guru
menyampaikan kompetensi, dan tujuan yang akan dicapai oleh siswa yaitu tentang teknik teater.
Motivasi
-
Guru memberikan semangat agar terus
belajar dan melatih kemampuan siswa di bidang teater.
Konfirmasi
-
Mengkomunikasikan kepada siswa bahwa
kita harus menggunakan teknik yang baik dalam berteater.
b.
Kegiatan
Inti
Pada kegitan
inti, guru dan siswa melakukan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
Mengamati
-
Membaca
dari berbagai sumber belajar tentang teknik olah tubuh, olah suara, dan olah
rasa yang bersumber pada teater tradisional
-
Mengamati
tayangan keunikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber
pada teater tradisional melalui media
-
Melihat
guru memperagakan teknik olah tubuh,
olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional
Menanya
-
Menanya
tentang keunikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber
pada teater tradisional
Mengeksplorasi
-
Mencari
contoh keunikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber
pada teater tradisional
-
Mendiskusikan
keunikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada
teater tradisional
Mengasosiasi
-
Membandingkan
keunikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber pada
teater tradisional di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain
-
Membandingkan
bentuk penyajian teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang bersumber
pada teater tradisional
Mengkomunikasi
-
menampilkan
karya teater berdasarkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang
bersumber pada teater tradisional
c.
Penutup
Dalam kegiatan
penutup guru dan siswa melakukan kegiatan sebagai berikut.
-
Guru
menyimpulkan pembelajaran hari ini.
-
Guru menasehati siswa agar saling
menghargai kelebihan dan kekurang siswa dan siswa lainnya
-
Guru memberikan Tugas kepada siswa
mengenai Aspek-aspek yang terkandung dalam teater “Bawang Putih dan Bawang
Merah
-
Guru menutup pelajaran dengan salam.
H.
PENILAIAN
1.
Jenis/
teknik penilaian
Tes dan non tes
Penilaian
dilakukan berdasarkan non tes dan tes. Penilaian non tes dilakukan melalui
observasi sikap didalam kelas. Sedangkan penilaian tes dilakukan berdasarkan
tes tertulis dan praktek.
2.
Bentuk instrumen dan instrumen
a.
Instrumen
observasi sikap menggunakan lembar pengamatan dengan fokus utama pada aktivitas
dalam dalam kelas seperti disiplin, jujur dan tanggung jawab.
b.
Instrumen
tes menggunakan tes tertulis uraian.
c.
Instrumen
praktik menggunakan rubrik penilaian dengan fokus utama pada aspek penilaian
penguasaan karakter, penggunaan intonasi, penampilan, dan kekompakan.
3.
Pedoman
penskoran (terlampir)
Catatan
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Mengetahui Banda
Aceh, 5 Maret 2014
Dosen Pembimbing Simulator,
Dosen Pembimbing Simulator,
Ahmad
Sya’I, S.Pd., M.Sn Ilham Septian
NIP.
197308022000071001 NIM.
1106102030038
Lampiran
a.
Lembar
observasi penilaian sikap
PENILAIAN SIKAP (AFEKTIF)
Kompetensi
dasar :
3.1
Memahami
teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya
tradisional
4.1
Menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada
sumber budaya tradisional.
|
No
|
Nama Siswa
|
Aspek yang di nilai
|
||||||||
|
Disiplin
|
Jujur
|
Tanggung
jawab
|
||||||||
|
|
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
|
1
|
Zahara
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Reza
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Zulhadi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Putra
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rubrik
penilaian sikap
|
No
|
Aspek Penilaian
|
Nilai
|
||
|
3
|
2
|
1
|
||
|
1
2
3
|
Disiplin
Jujur
Tanggung jawab
|
-mengerjakan tugas sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan.
-mendengarkan ketika
guru menjelaskan.
-Mengerjakan tugas dengan mandiri.
-Mengumpulkan tugas yang diberikan.
-memakai seragam dengan rapi
|
- mengerjakan dengan telat
-sebagian mendengarkan guru dan sebagian sibuk sendiri.
-mengerjakan tugas dengan menyontek.
-mengumpulkan tugas yang selesai setengah.
-memakai seragam tidak rapi.
|
-mengerjakan tugas sangat telat.
-sebagian mendengarkan guru dan sebagian membuat ribut
dikelas.
-tidak mengerjakan tugas sama sekali.
-tidak mengumpulkan tugas.
-tidak memakai seragam/ membuka seragam.
|
petunjuk rubik:
Skor = skor perolehan x 100 : 3.
b.
Lembar
penilaian pengetahuan
PENILAIAN PENGETAHUAN (KOGNITIF)
Kompetensi
dasar :
1.1
Memahami
teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya
tradisional
4.1
Menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada
sumber budaya tradisional.
|
ASPEK YANG DI NILAI
|
||
|
TEKNIK
|
BENTUK INSTRUMEN
|
CONTOH INSTRUMEN
|
|
Tes tertulis
|
Tes uraian
|
1.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan teater?
2.
Sebutkan bagian-bagian dari olah tubuh !
3.
Sebutkan 3 cara latihan olah suara !
4.
Sebutkan 3 cara latihan olah rasa !
5.
Jelaskan fungsi olah tubuh, olah
suara, dan olah rasa dalam teater ?
|
|
NO
|
KUNCI JAWABAN
|
|
|
1
|
Teater
berasal dari kata Yunani, “theatron” (bahasa Inggris, Seeing Place) yang
artinya tempat atau gedung pertunjukan. Dalam perkembangannya, dalam
pengertian lebih luas kata teater diartikan sebagai segala hal yang
dipertunjukkan di depan orang banyak.
|
|
|
2
|
-
Bagian kepala
-
Bagian tangan
-
Bagian badan
-
Bagian pinggul
-
Bagian kaki
|
|
|
3
|
-
Tekanan kata
-
Jiwa kalimat
-
Tempo dan irama
|
|
|
4
|
-
Latihan konsentrasi
-
Latihan imajinasi
-
Latihan ingatan emosi
|
|
|
5
|
Fungsi
olah tubuh, olah suara, dan olah rasa dalam teater adalah untuk mendapatkan
akting yang baik dan agar pemain tidak kaku dalam berperan.
|
|
Rubrik
pengetahuan (kognitif)
|
No
|
Pertanyaan
|
Skor
|
||||||
|
3
|
2
|
1
|
||||||
|
1
|
Jelaskan apa
yang dimaksud dengan teater?
|
Menjelaskan lebih dari informasi yang
diberikan
|
Menjelaskan sesuai dengan informasi yang
diberikan
|
Menjelaskan kurang dari informasi yang
diberikan
|
||||
|
2
|
Sebutkan
bagian-bagian dari olah tubuh !
|
Menyebutkan secara lengkap dan penjelasan
|
menyebutkan dengan lengkap saja
|
Menyebutkan kurang dari 4 jenis teater
|
||||
|
3
|
Sebutkan 3
cara latihan olah suara !
|
Menyebutkan secara lengkap dan penjelasan
|
menyebutkan dengan lengkap saja
|
Menyebutkan kurang dari 3 jenis teater
|
||||
|
4
|
Sebutkan 3
cara latihan olah rasa !
|
Menyebutkan secara lengkap dan penjelasan
|
menyebutkan dengan lengkap saja
|
Menyebutkan kurang dari 3 jenis teater
|
||||
|
5
|
Jelaskan fungsi
olah tubuh, olah suara, dan olah rasa dalam teater
|
Menjelaskan fungsi olah tubuh, olah suara, dan olah
rasa secara tepat
|
Menjelaskan fungsi olah tubuh, olah suara, dan olah
rasa kurang tepat
|
Menjelaskan fungsi olah tubuh, olah suara, dan olah
rasa secara salah
|
||||
petunjuk rubik:
Skor = skor perolehan x 100 skor maksimal :
3.
c.
Lembar penilaian keterampilan
PENILAIAN KETERAMPILAN
Kompetensi
dasar :
1.1
Memahami
teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya
tradisional
4.1
Menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada
sumber budaya tradisional.
|
Penilaian
|
||
|
teknik
|
Bentuk instrumen
|
Contoh instrumen
|
|
Tes praktek/ kinerja
|
Tes uji kerja
|
1.
Menampilkan
teknik olah tubuh, olah suara, dan
olah rasa yang baik.
|
Format
Penilaian:
|
NO
|
NAMA
|
ASPEK YANG DI NILAI
|
||||||||||||
|
Olah suara
|
Olah tubuh
|
Olah rasa
|
Penampilan
|
Nilai
|
||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
|
||
|
|
Zahara
Reza
Zulhadi
Putra
|
|
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Petunjuk rubrik
Skor = skor perolahan x 100 Skor maksimal : 3
Keterangan :
Penguasaan olah tubuh Penampilan
1. Belum terlihat (BT) 1.
Tidak menarik
2. Mulai terlihat (MT) 2.
Mulai Sesuai
3. Mulai berkembang (MB) 3.
Sangat sesuai
Penguasaan olah suara Penguasaan olah rasa
1. Belum terlihat (BT) 1.
Belum terlihat (BT)
2. Mulai terlihat (MT) 2.
Mulai terlihat (MT)
3. Mulai berkembang (MB) 3.
Mulai berkembang (MB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar